Kadang, Anda perlu menjual mobil yang sekarang dimiliki, entah karena ingin ganti dengan yang baru atau dijual karena butuh dana segar. Saat akan jual mobil, hal yang wajib dipersiapkan ialah kelengkapan seluruh berkas kendaraan.

Administrasi (kelengkapan surat) merupakan salah satu faktor yang cukup dilihat oleh calon pembeli dalam memilih mobil bekas. Jangan sampai, Anda menjual kendaraan secara ‘yatim’ apalagi ‘yatim-piatu’. Maksudnya, menjual mobil hanya dengan BPKB atau STNK saja, bahkan tidak ada kedua surat tadi atau jual mobil bodong.

Ketidaklengkapan surat kendaraan bisa karena beberapa penyebab. Misalnya saja STNK dari mobil yang akan Anda jual hilang, atau BPKB yang masih ditahan pihak leasing karena Anda pernah telat membayar cicilan dan penebusan BPKB harus membayar denda.

Berikut ini beberapa berkas yang harus tersedia saat Anda menjual mobil:

1. Faktur

Lembar ini tidak harus ada, tapi bila masih Anda simpan jelas lebih bagus. Faktur merupakan identitas awal dari mobil anda.

Seperti yang kita ketahui, dari faktur tersebut bisa diketahui apakah Anda pemilik pertama atau malah anda adalah pemilik kedua yang berminat untuk menjual mobil anda ke tangan ketiga.

Pada faktur ini akan bisa diketahui informasi tentang asal nomor rangka mobil, warna, harga dan nama pemilik atau pembeli pertama mobil tersebut (jika memang anda bukan pemilik pertama). Faktur ini pun menjadi penting ketika mengajukan pembuatan BPKB.

2. Surat BPKB

Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) berperan sangat penting, karena dengan memiliki BPKB berarti anda adalah pemilik resmi dari mobil yang akan anda jual tersebut. BPKB jadi dokumen pertama dan utama yang dibutuhkan saat jual beli mobil.

Ada beberapa cara untuk mengecek keaslian BPKB, yaitu cermati lembar BPKB tersebut apakah ada atau tidak benang hologram yang tertera dengan bantuan sinar UV (Ultra Violet) dan gambar hologram Tri Bata Polri.

Adapun ciri-ciri lain dari BPKB resmi yang terdaftar di mulai dari tahun 2009 ke atas, yaitu:

  • Warna BPKB abu-abu kecoklatan
  • Terdiri dari 10 halaman
  • Nomor BPKB tertera pada sisi kanan secara vertikal
  • Pada akhir nomor BPKB tidak ada lagi kode huruf yang tertera
  • Pada halaman utama tertera nomor identitas diri (KTP) pemilik kendaraan

3. Lembar Pajak dan STNK

Dokumen penting lainnya sebelum menjual mobil anda adalah Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Dokumen ini dianggap sebagai surat jalan kendaraan yang sah dari pihak kepolisian.

Pada STNK tertera nama pemilik, nomor polisi kendaraan, harga pajak mobil dan juga tanggal jatuh tempo pembayaran pajak tersebut. STNK yang telah jatuh tempo harus segera diurus kewajiban pajaknya atau diperpanjang masa aktifnya.

Apabila STNK hilang, Anda terpaksa harus membawa-bawa BPKB sebagai bukti kepemilikan kendaraan itu. Mengurus STNK yang hilang akan sangat menghabiskan banyak waktu, karena sebelum mulai mengurus STNK tersebut anda harus melapor ke kantor polisi untuk membuat surat kehilangan terlebih dahulu.

Saat mengurus STNK yang hilang ke SAMSAT, Anda harus membawa BPKB dan KTP asli pemilik. Belum lagi kamu harus menyediakan waktu setidaknya dua hari atau bahkan seminggu.

4. Form A

Surat ini berlaku untuk mobil yang berstatus mobil import. Form A ini digunakan untuk mengurus STNK dan BPKB. Form A adalah bukti legal bahwa bea masuk dan pajak mobil tersebut telah dibayar dan dilunasi.

Memang agak sulit ketika pengurusan awal mobil import ini di bea cukai, namun itu semua demi keamanan dan kenyamanan berkendara di dalam negeri.

Bagi anda pemilik mobil import, pastikan bahwa Form A ini selalu anda jaga. Tanpa Form A ini maka mobil anda tidak akan aku atau bahkan tidak bisa dijual. Tidak sedikit proses transaksi jual- beli mobil import gagal karena tidak adanya Form A ini.

5. Fotocopy KTP Pemilik Kendaraan

Jangan lupa persiapkan juga kartu identitas anda (KTP). Sebenarnya bukti ini untuk mewakili kepemilikan mobil yang akan dijual saja.

Calon pembeli yang teliti biasanya akan memeriksa identitas anda cocok atau tidak dengan dokumen mobil tersebut.

Perbedaan nama yang tertera pada BPKB ,STNK mobil, dan KTP akan sedikit melalui proses penyesuaian. Jika memang karena urusan keluarga, misalnya STNK mobil tersebut atas nama ayah anda namun akan dijual oleh anda maka butuh proses persetujuan penjualan terlebih dulu.

6. Surat Jual-Beli

Dalam kegiatan jual beli tentunya sudah hal yang umum untuk pengadaan surat perjanjian antara kedua belah pihak. Terutama jual beli mobil bekas antar individu (perorangan).

Surat perjanjian ini tidak jauh berbeda dengan perjanjian transaksi jual beli barang yang lain. Surat perjanjian jual beli mobil memiliki fungsi di antaranya sebagai berikut:

  • Memastikan bahwa penjual adalah pemilik yang sah dari mobil yang diperjualbelikan.
  • Memastikan pemindahan hak atau kepemilikan mobil tersebut terjadi setelah adanya pembayaran.
  • Memastikan metode pembayaran yang baik dan benar.
  • Menghindari komplain atau gugatan dari pembeli dilur perjanjian yang telah dibuat dan disepakati.

Demikian ulasan mengenai dokumen- dokumen yang hendak anda siapkan sebelum menjual mobil anda. Persiapkan selengkap mungkin agar proses jual- beli mobil anda berjalan lancar. Selain itu agar mobil yang anda akan jual pun tidak jatuh harganya.